Kucoba pejamkan mataku, namun selalu terbuka kembali.
Banyak kata-kata yang tak terucapkan, dan kejujuran di balik kebohongan yang tak terungkapkan.
Semua yang menuntut untuk dikatakan.
Sudah kucoba sekeras yang kubisa, tapi tahukah kau, betapa sulitnya?
Betapa sulitnya?
Tak terbayang, betapa lelahnya menjadi sesuatu yang tak kau inginkan.
Dan tak terkira betapa sulitnya mengungkapkan yang tak bisa kau ungkapkan.
Di dunia ini, selalu ada hal yang tak terkatakan.
Selalu ada yang tak dapat dibagi, oleh jiwamu sekalipun.
Kadang semua, walau dekat di mata, entah mengapa mereka semua berada jauh.
Ditempat dimana aku tak bisa menggapainya.
Jika tak bisa kuungkapkan secara langsung, dengarkan untaian kata ini.
Izinkan aku mendobrak semua nada, dan melanggar semua ketentuan, hanya untuk mengatakannya.
Aku mungkin orang yang sama, hanya selalu berbalik dengan sisi yang berbeda.
Aku tak ingin melakukannya.
Sungguh, hidup bagai enam sisi kubus ini sungguh tak mudah.
Jikau kau pikir itu kemauanku, kau salah besar.
Semua diluar kendaliku.
Itu semua jati diriku, tapi aku hanya berbuat seperti yang orang-orang harapkan.
Sekilas, mungkin aku terdengar seperti boneka.
Entah mengapa, kini aku berpikir demikian.
Sungguh, aku melakukan ini semua, hanya untuk mereka.
Tak mungkin hidup seperti mary sue.
Tiap makhluk punya kekurangan.
Aku hanya berusaha memberikan yang terbaik.
Hati kecilku berkata, “inikah yang terbaik untukmu? Menyiksa dirimu sendiri?”
Tidak. Walau hidup bagai kotak segienam dengan berbagai warna itu menyiksa, tapi semua warna itu adalah warnaku, diriku.
Terdengarkah isi hatiku padamu?
Aku benar-benar telah berusaha, masih sangat banyak yang ingin kukatakan.
Namun hanya ini yang dapat terungkapkan.
Mungkin dengan ini, aku akan dapat memejamkan mataku.
Selamat malam.
Biarkan angin yang berhembus diantara pohon-pohon itu, menyampaikan kata-kataku padamu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar