Rabu, 04 Agustus 2010

[Wait For You]

Dimanakah kau saat aku menunggumu?
Dimanakah kau saat aku sendirian?
Alone in the darkness.
Alone in the darkness

Awan hitam itu menggelapkan dunia, bagai gerhana manatahri abadi.
Hanya dengan sinar bintang yang menembus celah awan, aku berjalan tersaruk-saruk.
Looking for you.

Purnama itu seakan menciptakan ruang hampa udara.
Trapped me inside.
Mengurungku dalam sangkar, menunggumu datang.
Lihat, bahkan burung-burung itupun berhenti bernyanyi.
Hujan yang turun di tengah malam ini, membuatku kesepian.

Sejak kapan bintang-bintang terlihat mempesona?
Amazing. Berkelap-kelip ceria walau kesepian.
Sejak kapan kegelapan menjadi teman terdekat?
I can’t take control of myself.

Senar gitar yang berkarat ini, berbunyi sumbang.
Tapi aku tetap memainkannya, don’t care anything.
Tanda sharp tone piano itu terlihat berjauhan.
Tapi tetap kutekan semua yang terjangkau jariku.
Wish it can make you come.

Is that work?

Saat kau datang, mungkin pandanganmu akan berbeda.
I don’t know you anymore.
Ataukah mungkin kau akan tersenyum melihatku?
Entahlah, seperti mimpi.

Mungkin, setiap hari dibawah naungan awan hitam, tak terasa buruk juga.
Mungkin kau yang tak kunjung datang, tak buruk juga.
Not look at you, not make me crazy.
But maybe, for the last time, just want to talk with you and say:

“pernahkah kau merasa kehilangan sesuatu yang penting bagimu?
Pernahkah kau merasa begitu merindukan sesuatu yang kau cintai?
Apa kau merasakan hal yang sama jika itu aku?”

Teriakan hatiku, terdengarkah?
Atau terkalahkan suara guntur jauh disana?
I know you aren’t promise anything.
Tapi pandangan itu, senyum itu, semua perbuatanmu, seolah berjanji kau akan kembali.

I’ve always wait for you…

Tidak ada komentar: