Because I’m in love with Simple Plan (yes, yes, I’ve said it so many times before…), and I miss their last album last year, I’ve just download it few days ago and, like their albums before, it’s so damn cooooll!!!!
Seperti yang udah dibaca di atas, it’s all about Get Your Heart. Iya, emang ini bukan album baru, but at least, aku baru memilikinya. Hehe… (SP Crew macam apa ini… =_=). And so, ini review pertamaku. Sejauh yang aku tau sih, biasanya kalo ngereview album gitu pake urutan track number. Tapi di sini yang kupake adalah urutan alphabet.
So please enjoy~ Tutturuu~~ XDXDXDXD
1.Anywhere Else But Here
Lagu ini adalah pembuka playlist kita. Some easy listening light rock yang mengungkapkan kehausan akan kebebasan. Well, sebuah lagu yang cocok untuk orang-orang yang terhimpit dalam rentetan rutinitas and need some freedom. Lagu yang sederhana. Nada-nada yang dipakai masih dalam batas ‘aman’ and not so earscatching. Tapi tetep terasa yummy di telinga dan lezat dilahap di hari-hari yang bikin frustrasi.
2.Astronaut
Kocokan akustik lembut akan menyapa di awal. Sebuah lagu Slow rock yang dibalut sendu dengan lirik tentang rasa kesepian dan terasingkan. Rasa itu dengan unik diandaikan seperti seorang astronot yang ditinggalkan sendirian di sebuah dunia yang tidak dipedulikan orang-orang. Lagu bagus untuk menemani telinga di hari hujan. When you feel alone, don’t worry, this song will echoes in your ear and never leave you alone.
3.Can’t Keep My Hands Off You (ft. Rivers Cuomo)
Punk Rock khas Simple Plan yang ceria, hangat, dan dipenuhi yelling yang membuat pendengarnya nggak tahan untuk nggak bergoyang. Seperti inilah yang kusebut lagu diskonya anak band. Ada suara-suara lain yang nyanyi di sini selain Pierre. Aku tebak, gandengan mereka, Rivers Cuomo-lah yang ikut turun tangan menyumbangkan suara di verse dan pre-chorus kedua. Although I don’t know who is he (or them?), it’s okay. He (or them?) make it interesting to hear, anyway. When you need a cheer; just press play button on this song and you’ll got some new smile! By the way, video klipnya lucu banget lho! I recommend you to watch this!
4.Freaking Me Out (ft Alex Gaskarth of All Time Low)
Now enough with the cheers and blue!! It’s all about emotion! Nada-nada kuat tentang kekecewaan akan seseorang yang begitu dikenal berubah menjadi orang yang begitu berbeda disuguhkan kepada kita kali ini. Dari nada aman, Pierre kini beralih ke nada tinggi di akhir bridge. Pierre’s typical scream. It’s not a scream, but it’s powerfull and high enough (and somehow make me melting~ Hahaha XD)
5.Gone To Soon
Duka karena ditinggalkan terlalu cepat oleh orang yang disayangi tersampaikan dengan baik di sini. Petikan gitar di awal lagu membuatnya kinda pop-ish. Somehow it reminds me of Secondhand Serenade. Tapi kemudian pukulan drum dan sabetan gitar elektrik di verse kedua mempertegas kerangka lagu dan kita mendapati alternative rock di telinga kita. Lagu berduka ini pun dengan sukses dibawakan Simple Plan dengan style power ballad-nya. Worth to hear!
6.Jet Lag (ft. Natasha Bedingfield)
I listened it in bed, in home, in class, in my spare time, everywhere, everytime! I even used it as my alarm tone and my ringtone! Simply, I used to listened it a lot before I write this! This song is really impressed me! Enggak salah kalau lagu ini dijadikan sebagai single jagoan album.
Dibuka dengan picking singkat sebagai intro dan disusul dengan suara punkish Pierre lalu disambar suara dalam milik Natasha, lagu ini mampu banget merenggut kupingku dan memenuhi semua playlistku.
It’s quite unique love song! It’s not all about words ‘I love you so much’ or so. Lagu ini bercerita tentang sepasang kekasih di mana si cowok harus pergi meninggalkan ceweknya ke luar negeri dengan zona waktu yang berbeda. Saat bicara waktu yang berbeda belasan jam, mereka merasa terpisah begitu jauh dan sangat merindukan satu sama lain. Quite common, you say? Tunggu sampai kau tahu perasaan mereka masing-masing diandaikan sebagai jet lag. You must be know what jet lag is, don’t you? Begitu inginnya mereka bersama sampai hati mereka ikutan jet lag karena terpisah sejauh itu. Sweet enough, huh?
Once I listened this song, I got the feel! Bukan karena aku pernah mengalaminya atau apa, tapi kurasa karena Pierre dan Natasha bisa mengolah lagunya dengan baik. Well, Natasha’s voice is not my typical favorit voice. Tipe suara cowok favoritku harus disandingkan dengan tipe suara cewek yang bukan favoritku. Tapi kuakui, Natasha make it good. Suaranya yang deep (‘berat’, kalo dalam bahasaku), powerfull dan bermain prima di range tinggi bisa mengimbangi suara ringan khasnya Pierre yang bermain di range standar. Nada lagunya pun tipe yang kusuka. Tipe nada yang diulang-ulang dengan beat yang asyik dipake untuk menggoyangkan badan.
Why there’s just 5 star?! Where’s the damn seventh star!! I want to give unlimited stars to this song!! I LISTENED TO IT THOUSAND TIMES A DAY AND STILL MY EAR CAN’T ESCAPE NOW!
So, if you want to know which song I highly recommended to you from the album (ah, I’m sure you know it already…), I RECOMMEND THIS SONG! YOU MUST HEAR IT!!! <3
7.Last one Standing
Back to emo session! Begitu kita mendengarnya, kita pasti langsung bisa meramalkan lagu ini berusaha menyampaikan rasa kecewa yang begitu dalam hingga tenggelam dalam amarah. Suara Pierre menjadi lebih garang di sini and it’s kinda aweeeeesome~ <3<3<3<3 Cabikan keras gitar dan yellnya menambah panas suasana. But wait, lagu ini nggak semata-mata cuma mengumbar kemarahan! Di bagian bridgenya, lagu ini juga membisikkan janji untuk membalas dendam dengan menjadi yang terbaik! Hei! It sounds like motivation song! Interesting, isn’t? and somehow, it’s like SUM41 typical song now! Cool! Well, scream-wanna-be nya Pierre terdengar lagi di akhir bridge.
8. Loser of The year
One more sweet punk song! Tentang seorang selebriti yang punya ketenaran dan segala yang diinginkan tapi merasa, apalah semua itu jika tak ada ‘you’. Hey, this low profile song! That’s why I like them. Cos in reality, they’re so low profile! Tentang instrumentalnya, aku masih juga ngerasa belum ada yang istimewa. Semua nadanya masih main aman. But it interesting song though! XD
9. Summer paradise (ft. Knaan)
Rockish reggae? Or I should say, reggish rock? Epic song for the cooling down session. To be honest, I don’t really like it. But its interesting to see how they explore wider range of genre without losing their own touch. It still have Simpe Plan’s typical notes. Ah, don’t forget the bridge where Knaan doing solo. Sounds fun too… And this exactly suit for the one who fell in love.
10. This Song Saved My Life
One more slow rock in the album! Sebuah lagu tentang orang putus asa dan tak punya harapan yang diselamatkan oleh sebuah lagu. Liriknya begitu dalam dan membuat kita seakan-akan mencharge kembali energi kita. Agree, music is magic, babe.
Yang paling earscatching di lagu ini adalah, choirnya!!! The right choice! Choir di latarnya membuat seakan semua orang bersama-sama setuju bahwa lagu ini menyelamatkan hidup mereka. Tapi, we need mooore!!! Yakin deh, kalo part paduan suaranya dibuat lebih panjang, at least kayak part choir Move Along-nya The All American Reject deh! Pasti bakal kerasa grand banget! Dan karena aku bilang kayak gitu, aku jadi kepikiran, mungkin keren juga kalo lagu ini dikasih sentuhan biola. Piano di intronya juga udah membuatnya cocok, tinggal ditonjolin lagi di chorusnya! Again and again, Simple Plan kayaknya lebih memilih bermain di lajur aman. Come on, Simple Plan!! We need more song experiment from you!!
11. You Suck At Love
Rupanya dalam kamus Simple Plan kali ini enggak ada kata meratap untuk orang yang putus cinta! Haha! Dipermainkan oleh seorang playgirl sepertinya membuat mereka menciptakan lagu keren lainnya. Another song for you who just broke up! Believe me, this song never take you down! You will even dance! I give all my thumbs! XD
Ini ratingku dari lagu kesatu sampai sebelas dengan range 0-100:
1.78
2.78
3.82
4.85
5.85
6.100
7.80
8.80
9.74
10.80
11.80
The result is 82!!!
Satu yang kurang adalah, aku enggak denger picking panjang sebagai pengisi bridge di satu pun lagu pada album ini. What’s going on? Apakah para gitarisnya, Seb dan Jeff, sedang kram jari? Apakah Dave sang bassist baik-baik saja? Mereka kurang ‘hadir’ di album ini! Yang kudenger cuma suara gitar dan bass yang biasa dan nggak begitu istimewa, enggak ada geregetnya.
Hm, mungkin Simple Plan kali ini lebih berkonsentrasi dengan liriknya… Yeah, meaningful and most about humanity, I see what they make, but not so different from the other album, right? But anyway, we can still find fun and lot of advice about life we can get here. Mereka pun masih setia dengan tipe lagu mereka yang khas teenage boys (although they’re not teenage anymore…) yang energik, agresif, emosional, dan mengangungkan kebebasan.
When you finished read it, go to to download the album and listened! I force you! Haha! As the SP Crew, don’t know why somehow I have obligation to recognize SP to the entire world! They’re band with good attitude anyway! So make sure you hear the songs!!
Jumat, 13 Januari 2012
Resolusi 2012
Here my targeted on this year..
1. Masuk PTN jurusan sastra Inggris.
UI!! Yeah!!
Anyway, aku enggak akan stuck di sana. Pilihan kedua adalah Akademi Gizi. Pray for me :]
2. Nerbitin buku kumpulan cerpen A Journey of The Darkness
3. Nginstal Fruity Loops atau VirStudio lainnya dan upload lagu-laguku di
4. Lebih Aktif di dunia kepenulisan lagi!!
Aku denger-denger, semester pertama kuliah enggak akan sibuk-sibuk banget ya?
5. Kalau pun engga masuk PTN/Akademi Gizi, aku bakal postpone sampai tahun depan dan ngisi setahun yang kosong itu dengan nulis dan belajar.
6. Beli gitar akustik baru dan memuseumkan Si Harlequinaeon sayang yang necknya udah bengkok dan suaranya mulai tak wajar...
7. Ikut Fikfan 2012 dan NaNoWriMo!!!!
<= semangat membara 8. Main drama musikal dan jadi peran antagonis utama ^0^
9. Semakin bisa ngendaliin emosi dan engga pernah ngamuk-ngamuk lagi :]
10. Ada karyaku yang dipublikasiin massa. Minimal lima deh...
11. Rajin minum jus wortel, biar minus mata bisa berkurang (betapa pun memuakkannya itu...)
12. Pake wedges dan ankle boot wedges.
It seems so cuuuuuteee!!! <3<3<3 Really want it! Wedges
ankle boot wedges
Help me pray, come, fight, and win!!
Selasa, 08 November 2011
Fullmoon Creatures: Chapter 1 (Part 2)
Check it out!
http://www.kemudian.com/node/259765
Waiting for your comment!!!
We'll work harder, I PROMISE!!
^_^
Selasa, 01 November 2011
Fullmoon Creatures: Chapter 1 (Part 1)
Gemuruh angin membentur kaca jendela lebar di sebuah kastil megah yang diselubungi kegelapan malam. Pegunungan di sekitarnya terlihat monokrom, tanpa keceriaan, tanpa cahaya, tanpa warna-warni. Daun-daun di pepohonan mengangguk-angguk layu, seakan mempersembahkan tarian kematian dengan irama musik dari angin yang berhembus kelam. Bulan purnama yang terlihat di atas sana bahkan seakan tak ingin bersinar untuk melakukan tugasnya menerangi dunia.
Dua pasang mata menatap tajam dari dalam salah satu jendela di kastil. Kedua iris gelapnya yang bersinar kemerahan bergerak seirama tarian pepohonan. Rambut ikalnya yang berwarna keperakan tersampir lembut di pundak. Bibirnya yang kemerahan membentuk garis datar di atas rahangnya yang kokoh. Temaram lampu kekuningan di sudut ruangan yang terpantul pada di kulitnya seakan menunjukkan betapa halus dan putihnya kulit itu. tidak, lebih dari putih, tapi pucat. Seperti kulit yang tidak dialiri darah.
Gaun hitam berenda-renda sepanjang mata kaki yang dipakainya membuatnya terlihat sedang berduka. Tangannya bergerak, menyentuh kaca jendela yang dingin, sedingin pandangan matanya ke luar sana.
Tiba-tiba suara derapan kaki yang berjalan cepat memecah keheningan yang memenuhi ruangan. Gadis berambut keperakkan itu melirik pintu kamarnya melalui ekor mata.
Seorang gadis sebayanya dengan rambut hitam kelam yang dikuncir dua, masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu dan berdiri beberapa meter di belakang gadis berambut keperakan itu sambil menggenggam sebuah telepon wireless hitam. “Claire, ada telepon.”
“Siapa?” Tanya gadis berambut keperakkan yang bernama Claire itu singkat.
“Ini aku.” Sebuah suara berat milik seorang pria terdengar jelas dari dalam telepon. Tak perlu bertanya dua kali untuk mengetahui siapa itu. Tanpa berkata apa-apa lagi, gadis berambut hitam itu menyerahkan telepon kepada Claire.
“Thanks, Viviana.” Balas Claire pendek.
Viviana mengerti bahwa itu adalah isyarat baginya untuk keluar. Maka ia mengangguk tipis dan berjalan ke luar tanpa berkata apa pun.
Claire kembali menghadap ke jendela dan menempelkan telepon itu di telinganya. “Ada apa, Ayah?” Tanyanya dengan nada datar.
“Bagaimana kabarmu, Claire ?” Suara berat seorang pria terdengar dari seberang sana.
“As always…” Balas Claire. Tahu bahwa pertanyaan ayahnya hanya basa-basi sehingga tak berniat menjawab secara panjang lebar.
“Bagaimana keadaan di sana?”
“Sejauh ini, baik.”
Terdengar suara dengusan napas berat dari Ayah Claire. “Ingat apa tugasmu?”
Claire menarik napas lelah. “Menjaga keutuhan klan yang berada di istana ini.” Ia mengucapkannya dengan mantap, tanpa keraguan. Walau nada tertekan terdengar jelas dari sana.
“Bagus. Itulah yang harus kau lakukan, sebagai putriku.” Suara pria itu terdengar puas. “Lalu, bagaimana dengan latihan-latihanmu?”
“Baik.”
“Ehm-hm…” Pria itu menggumam seolah-olah berkata ‘Benarkah?’
“Aku berkata yang sebenarnya. Aku menuruti semua jadwalmu tanpa absen.” Jawab Claire meyakinkan.
“Well, bagus… Jika begitu, pasti kini kau sudah berkali-kali lipat lebih baik dari tiga bulan lalu, betul?” Pertanyaan yang seakan menuntut ketegasan, bukan jawaban.
“Ya, ayah.”
“Kau tidak keberatan suatu hari nanti aku berkunjung untuk melihat keadaan dan perkembanganmu, bukan?” Kemudian terdengar deheman dari ayah Claire, memotong perkataannya sendiri. “Ah, dan tentu saja untuk memantau keadaan klan.” Sambungnya.
“Tidak, ayah. Kau bisa datang kapan saja…” Balas Claire.
Kemudian sebuah keheningan panjang menjeda dialog mereka. Claire terdiam, tanpa sedikit pun keinginan untuk mengeluarkan suara walau dalam hati, ia sedikit heran mengapa ayahnya, Leonardo, sang pemimpin klan yang biasanya aktif berbicara dan selalu tahu apa yang harus dikatakan, kini diam. Mata Claire masih mengarah ke luar jendela, namun kini terlihat menerawang. Memikirkan sesuatu yang jauh sekali.
Saluran masih tersambung, belum ada yang mematikan telepon. Tapi keterdiaman kedua pihak membuat seakan-akan telepon telah terputus. Bahkan hembusan napas pun tak dapat didengar.
“Pada awalnya, mungkin aku bukanlah apa yang kau inginkan. Tapi aku akan selalu berusaha menjadi lebih baik. Hingga suatu saat kau akan bangga padaku.” Claire memecah keheningan itu dengan kata-kata selirih angin.
“Aku hanya berharap kau dapat melakukan tugas-tugasmu dengan baik…” Balas pria itu dengan dingin.
”Mmm…” Claire mendengung sebagai ganti jawaban ‘Ya.’.
Klik!
Sambungan diputus. Tanpa basa-basi, tanpa kata-kata manis, tanpa salam penutup.
Claire membiarkan tangannya yang memegang telepon itu bergantung lurus ke bawah dan menghela napas.
Kadang ia menyesal tak dilahirkan sebagai seorang anak laki-laki. Ayahnya—sang pemimpin klan—sangat berharap mempunyai anak laki-laki agar bisa ditempanya menjadi penerus. Claire dapat membayangkan betapa kecewanya ia mengetahui yang didapatinya adalah seorang anak perempuan. Tapi bagaimana pun, Claire adalah putri semata wayang yang dapat menggantikan posisinya, sehingga semenjak ia berusia sepuluh tahun, ayahnya mulai menggemblengnya dengan latihan-latihan keras.
Claire mengikuti semua peraturan tangan besi ayahnya dengan patuh. Tanpa bantahan, tanpa keluhan, dan tanpa menampakkan air mata atau kesakitan walau hal-hal yang dilakukannya terlalu berat untuk seorang gadis kecil berumur sepuluh tahun. Satu dua kali, ia pernah merasa tak tahan lagi dan diam-diam lari memeluk ibunya sambil menangis. Tapi ibunya menenangkan dengan berkata, “Jika kau merasa ayahmu tak berlaku seperti yang kau harapkan, maka terlebih dahulu penuhilah harapannya dan buat ia bangga. Sehingga kelak dia akan berbalik untuk memenuhi harapanmu.”
Claire memegang teguh kata-kata itu hingga kini, namun sekali pun ia sudah berbuat sebaik yang ia bisa, ia dapat merasakan bahwa ayahnya tak pernah sekali pun bangga. Baginya, Claire adalah seorang perempuan, dan pemimpin perempuan tak akan dapat lebih hebat dari laki-laki kecuali ia mendidiknya dengan keras.
Dihembuskannya napas berat dengan mata yang terpejam lelah. Direngguknya pemandangan malam sekali lagi sebelum melirik jam yang berdiri di meja kecil di samping tempat tidurnya. Waktu menunjukkan pukul satu malam.
“Sudah waktunya…” Gumamnya pelan.
-o0o-
About My New Project
lama banget nggak nulis di sini lagi, gomen nasai...
akhir-akhir ini aku lagi semangat banget nulis buat proyek baru (parah deh... padahal proyek yang lama juga belom pada selesai).
Dan yang beda kali ini, COLLABORATION PROJECT!!!
aku memutuskan buat kerjasama sama seseorang untuk proyek kali ini. karena cerita yang mau aku buat adalah romance fantasy, dan aku paling lemah di genre romance...
lalu kuputuskan, aku bakal ngajak kerjasama Sunny!!!
alasanku ngajak dia kerjasama:
1. dia juga bisa nulis.
2. dia bisa buat romance.
sebetulnya setelah dijalanin, ada juga yang bikin aku nge-down. cara penulisan dan karakteristik kami beda banget. aku biasa bikin karakter yang 'dark' dan sunny masih kebawa stereotip karakter sebelumnya yang ceria.
but, mondai ga nai!!!
we'll fighting!!
lagi pula, aku baru tau ternyata kerja berdua gitu bisa membuat kata 'Stuck' pergi jauh sejauh-jauhnya!!
aku post part 1-nya di sini ya!!
matte ne!!!
^-^
Jumat, 06 Mei 2011
Suicides
Artist: Pieces Of the Hell
Album: Before the Suicides
Verse:
When you want to make a friend, everyone make a distance.
But when you want to be alone, suddenly everyone are hanging around.
Everyone treating you like you don't make sense.
You tried everything just to reach your goal, but you fall easily.
Reffrain:
"What the hell?!" you think.
Everything is not going right for you.
"What the hell?!!" you scream
and start to hate the world.
Chorus:
Suicide, suicide.
The voice in your head say.
Suicide, suicide.
And you start hear for them.
With morphin?
With cutter?
Or hang in the rope?
Suicide, suicide. Suicide, suicide.
You start to feel right.
Jumat, 28 Januari 2011
Synopsis of "Spirit Sender Band Girl"
Author: Kyuukou Okami
Kau tau hidupku? Yah, hidup biasa seperti yang kau jalani. Bangun, sekolah, ngeband, pulang, menghadapi masalah keluarga, makan, tidur. Esoknya, smua berjalan persis seperti hari ini dan kemarin.
Tapi siapa yang sangka ternyata orang seperti aku punya darah keturunan bangsawan Lilaze. Keluarga kerajaan yg memerintah, Shellion, negara maju yg kaya dan terkenal itu.
Bukan, ini bukan soal pewarisan takhta seperti kisah2 fairytale biasa. Yg jadi masalah adalah, keturunan lilaze mewarisi tugas yg istimewa, yg bahkan hanya diwariskan pd keturunan tertentunya saja. Dan itu termasuk aku.
Kau tau seperti apa tugasnya? Mengirim para arwah ke alam mereka. Aku punya satu kakak perempuan dan satu adik perempuan, tapi ternyata hanya aku yg jadi spirit sender.
Tapi masalah ternyata tak berhenti disana. Sebuah pesan misterius terus menerus dikirimkan padaku. Berkata kalau aku hrs menghentikan pekerjaanku atau smua org yg kukenal akan celaka.
Pertama kuabaikan, tetapi keluarga, dan teman2ku satu persatu terluka secara misterius pada percobaan pembunuhan.
Siapa yg melakukan itu? Bagaimana dia bs tahu? Haruskah kuhentikan tugas spirit senderku?
Mau tahu bagaimana kelanjutan hidupku? Yeah, aku juga mau tahu...
Rabu, 15 Desember 2010
Learn to Fail
Di pertandingan pertama, I've done such a perfect job. Tapi ternyata itu semua harus dibayar dg kegagalan di pertandingan kedua. Entah knapa, aku juga gak ngerti. I've work so hard, I've gave my best! Tapi ternyata itu gak cukup! Sorry IA.3, kali ini kita kalah di futsal cewek.
Padahal kmrn bnr2 hari sempurna buat IA3. Ampir smua lomba babak penyisihan dimenangin. Knapa skrg, smuanya kalah? Akhh..
Tapi gapapa, ini pertama kalinya aku dapet kelas yang begini hangat. I mean, bukan hangat udaranya, tapi hangat dengan kecerian, keakraban dan smangat. Ini kelas terbaik yg pernah aku tempatin seumur hidup(i'm not kidding). Kalah atau menang, asal aku msh bisa brada di kelas ini, sama anak anak yg slalu bikin aku ktawa, sama anak anak yang kompak dengan smangat gak terkalahkan. Itu lebih berharga dari apapun.
Aku gak gitu smangat buat lomba desainnya. Tapi aku gak akan berenti di tngah jalan.
Ini mungkin cuma batu lompatan. Bagaimanapun, orang2 gak akan bisa menang tanpa gagal dulu sebelumnya, ya kan? Justru saat gagal itulah, saat dimana mreka belajar.
I'll do my best to draw a smile im IA3!!
XI.IPA3 ILOVEYOU!!
^o^
Senin, 29 November 2010
curhat dikit yaaaa : )
hari apa ini?
wow, ternyata hari rabu!!
ujian semester 1 kan hari jumat!!! x_x
untung aja hari pertama bukan matematika lagi kayak biasa.. fyuhhh...
by the way... kapan ya bisa main bareng sod+ lagi? akh! beginilah susahnya kalo sekolahnya beda-beda! rui, iru, toyo, kana & kitsu sih enak! mereka kan satu sekolah! aku sama uchi yang terasing sendirian, kesepian... T^T
kita punya project lagi, lagu Life Of Chess!! itu buatannya Rui. this time for us to show our metal side!!! ahaha...
ngomong-ngomong, ini menyangkut soal topik kemarin. padahal baru 2 minggu aku nulis semua target, cara ngedapetinnya, meyakini semua dan bertekad bakal menggapainya. dan tau nggak (yang baca: "enggak!!"), targetku banyak yang tercapai!! sebagai contohnya, berhasil dapet nilai fisika lebih gede dari si XX. bwahahaha!!! itu bener-bener nilai fisika yang paling gede seumur hidupku! 89!! gyaaaa!!!! tak kuduga!!!*jingkrak-jingkrakan ala orang gila*, aku berhasil nulis novel 9 spirit sender sesuai target.
yah, sejauh ini, cuma itu sih perubahan yang bener-bener signifikan, tapi menurutku itu udah kemajuan besar!!
so, kalian percaya kan kalo teori tentang menuliskan target itu bener?!!
Sabtu, 27 November 2010
Have You Decide Direction In Your Life??
Blum lama ini, pas aku naik angkot, aku ketemu bapak2 yg ternyata guru SLB. And you know what? Dia seorang tunanetra. Dia ngobrol banyak sm sang supir(krn bapak itu emang duduk di dpan). Dan dari critanya, aku bsa ambil kesimpulan hidupnya berat dan penuh perjuangan (punya organ tubuh lengkap aja, hidup itu susah. Apalagi yg gak lengkap kan?) tapi dia menjalaninya dg tabah.
Saat itu tiba2, aku smua masalahku jadi kecil. Yeah, coba bandingin antara "nilai2 yg terjun bebas" dan "gak punya penglihatan." Jelas jauh lbh penting yg gak punya penglihatan kan? Smua masalahku saat ini sangat kecil kalau dibandingkan dia.
Dan aku jadi sangat bersyukur dg hidupku ini. At least, aku msh punya anggota tubuh yang utuh, keluarga yang lengkap, dan walaupun nilai fisikaku dibawah garis kemiskinan, tapi stidaknya aku bsa skolah di SMA normal, bukan di SLB. Itu lebih dari apapun dan itu bikin aku sangat bersyukur.
Lalu aku juga ngrasa, dg smua yang kupunya itu, tentu gak akan berharga kalo kita gak punya tujuan hidup yg jelas. Suatu hal yang membuat hidup ini berguna.
Jadi aku lantas bikin targetku semester ini dan targetku untuk ke depannya (ex: kuliah di jurusan sastra asing, dapet beasiswa keluar negeri, dll, dsb, dst). Aku juga bkn target2 untuk minggu ini.
Apa hasilnya? Yah, untuk jangka pendek, hal itu membuat hidup kita jauh lebih terarah. Tapi aku yakin, dalam jangka panjang, target2 itu bisa membantu kita mencapai kbahagiaan&kepuasan. Jadi saat kita meninggal nanti, kita gak akan mendapati hidup kita hanya dihabiskan untuk hal yg gak brarti, tapi malah sbaliknya. Kita akan mendapatkan bahwa kita udah melakukan smua hal yg terbaik yang bisa kita lakukan, jadi saat itu kita dapat beristirahat dengan tenang.
Back to first topic, apa ini menginspirasi kalian? Aku harap kalian juga membuat targetan hidup. Bukan hanya untuk masa depan, tapi buatlah lbh detail. Untuk tahun depan, untuk bulan depan, untuk minggu depan.
Orang yg berhasil itu, hari esok harus lbh baik dari hari kmarin, kan?
Inget, smua masalah kayak ttg pacaran, masalah persahabatan, diri sendiri, dll, itu cuma masalah sepele kalo dibandingin sama perang jalur gaza. Jadi kalian gak boleh membiarkan hal2 gak penting kaya gitu, menghambat hidup kalian!
LOOK FORWARD TO TOMORROW!!
^_^
Rabu, 04 Agustus 2010
[Another Sleeping Story]
Banyak kata-kata yang tak terucapkan, dan kejujuran di balik kebohongan yang tak terungkapkan.
Semua yang menuntut untuk dikatakan.
Sudah kucoba sekeras yang kubisa, tapi tahukah kau, betapa sulitnya?
Betapa sulitnya?
Tak terbayang, betapa lelahnya menjadi sesuatu yang tak kau inginkan.
Dan tak terkira betapa sulitnya mengungkapkan yang tak bisa kau ungkapkan.
Di dunia ini, selalu ada hal yang tak terkatakan.
Selalu ada yang tak dapat dibagi, oleh jiwamu sekalipun.
Kadang semua, walau dekat di mata, entah mengapa mereka semua berada jauh.
Ditempat dimana aku tak bisa menggapainya.
Jika tak bisa kuungkapkan secara langsung, dengarkan untaian kata ini.
Izinkan aku mendobrak semua nada, dan melanggar semua ketentuan, hanya untuk mengatakannya.
Aku mungkin orang yang sama, hanya selalu berbalik dengan sisi yang berbeda.
Aku tak ingin melakukannya.
Sungguh, hidup bagai enam sisi kubus ini sungguh tak mudah.
Jikau kau pikir itu kemauanku, kau salah besar.
Semua diluar kendaliku.
Itu semua jati diriku, tapi aku hanya berbuat seperti yang orang-orang harapkan.
Sekilas, mungkin aku terdengar seperti boneka.
Entah mengapa, kini aku berpikir demikian.
Sungguh, aku melakukan ini semua, hanya untuk mereka.
Tak mungkin hidup seperti mary sue.
Tiap makhluk punya kekurangan.
Aku hanya berusaha memberikan yang terbaik.
Hati kecilku berkata, “inikah yang terbaik untukmu? Menyiksa dirimu sendiri?”
Tidak. Walau hidup bagai kotak segienam dengan berbagai warna itu menyiksa, tapi semua warna itu adalah warnaku, diriku.
Terdengarkah isi hatiku padamu?
Aku benar-benar telah berusaha, masih sangat banyak yang ingin kukatakan.
Namun hanya ini yang dapat terungkapkan.
Mungkin dengan ini, aku akan dapat memejamkan mataku.
Selamat malam.
Biarkan angin yang berhembus diantara pohon-pohon itu, menyampaikan kata-kataku padamu…
[Lost in Maze]
Menyedihkan, kau terjebak di penjara tanpa jalan keluar.
Try to find exit.
Mengapa semudah itu kau masuk kedalam pesona?
Lupa pada dunia?
Kau terlihat seperti boneka dengan nyawa.
Terkurung dalam sangkar emas.
Sadarilah, jam terus berputar.
Lupakanlah semua kebohongan yang terlanjur serasa nyata.
Kau bahkan termakan khayalanmu sendiri?
Apakah kilau matahari terbit dan terbenam itu tak cukup menyadarkanmu?
There’s other world aout there.
Jangan tutup matamu.
Look around
Apakah kau benar-benar ingin tahu, all the truth?
Walaupun itu menyakitkanmu?
Jangan katakana kau akan terus disana, tenggelam dalam kebohongan.
I’ll tell one password for you.
Tutup hatimu pada suatu hal, dan buka hatimu pada hal yang lainnya.
Bukankah itu mudah?
Sesuatu yang terlihat bercahaya, suatu saat akan terlihat seperti kegelapan. Pekat. Mengejarmu.
Keluarlah, before it’s too late.
Kau yang tersesat dalam labirin itu, sangat menyedihkan.
Pegang tanganku dan ikuti langkahku.
You’ll never lost anymore
Escape from that maze.
You’ll never know what’ve wait you.
[Wait For You]
Dimanakah kau saat aku sendirian?
Alone in the darkness.
Alone in the darkness
Awan hitam itu menggelapkan dunia, bagai gerhana manatahri abadi.
Hanya dengan sinar bintang yang menembus celah awan, aku berjalan tersaruk-saruk.
Looking for you.
Purnama itu seakan menciptakan ruang hampa udara.
Trapped me inside.
Mengurungku dalam sangkar, menunggumu datang.
Lihat, bahkan burung-burung itupun berhenti bernyanyi.
Hujan yang turun di tengah malam ini, membuatku kesepian.
Sejak kapan bintang-bintang terlihat mempesona?
Amazing. Berkelap-kelip ceria walau kesepian.
Sejak kapan kegelapan menjadi teman terdekat?
I can’t take control of myself.
Senar gitar yang berkarat ini, berbunyi sumbang.
Tapi aku tetap memainkannya, don’t care anything.
Tanda sharp tone piano itu terlihat berjauhan.
Tapi tetap kutekan semua yang terjangkau jariku.
Wish it can make you come.
Is that work?
Saat kau datang, mungkin pandanganmu akan berbeda.
I don’t know you anymore.
Ataukah mungkin kau akan tersenyum melihatku?
Entahlah, seperti mimpi.
Mungkin, setiap hari dibawah naungan awan hitam, tak terasa buruk juga.
Mungkin kau yang tak kunjung datang, tak buruk juga.
Not look at you, not make me crazy.
But maybe, for the last time, just want to talk with you and say:
“pernahkah kau merasa kehilangan sesuatu yang penting bagimu?
Pernahkah kau merasa begitu merindukan sesuatu yang kau cintai?
Apa kau merasakan hal yang sama jika itu aku?”
Teriakan hatiku, terdengarkah?
Atau terkalahkan suara guntur jauh disana?
I know you aren’t promise anything.
Tapi pandangan itu, senyum itu, semua perbuatanmu, seolah berjanji kau akan kembali.
I’ve always wait for you…
Breaking
Tak ada gunanya lagi mengingatmu, baby.
Try to hate you.
Try to hate you.
Tak hentinya retakan ini merambat, menggerogoti jiwa seperti fajar yang merambati langit malam.
You make me sick
Mengapa setelah semuanya, you’re still my life?
I hate you and love you in same time.
Jam yang berputar itu kembali membisu.
Teriakkan itu tak terdengar, seakan mati rasa.
Raga serasa tak bernyawa.
Jantung tak terdengar berdetak.
You really break me.
Are you know what you’ve done?
Baby, open your eyes.
Look to your whole world.
Mengapa saat ini kau begitu bodoh?
I hate you.
I hate you.
Pergilah dari ingatanku, pergilah dari hidupku.
Hapus semua yang telah terukir jauh di dalam hati.
Why can you be so blind?
Why can you be so stupid?
Apakah yang kau lihat selama ini?
Sesaat aku berpikir, apakah aku sedang bermimpi?
Tentu tidak.
Karena kau yang berada disana, so real, so clear.
But I won’t cry for you, coz I’m not a weak girl.
Pandanganku padamu, lebih jelas dari airmata, kan?
Just look at me. Deep in my eyes.
And you’ll know everything.
Everything that make me breaking.
A Song For You
Back to the topic, lagu ini nuansa dolorosa, which is, dalam istilah musik artinya sedih. Jadi kalo mau tau gimana, coba aja nyanyiin lirik lagu ini pake pushing me away yang versi akustik piano.
Banyak kata dari lirik aslinya yang nggak kurubah. Biar gak kerasa ngebajak asli gitu… (walau tetep aja itu artinya ngebajak juga…)-_-
Gomen nasai, linkin park!!!
Nah, this the time! Let’s Start!!
[A Song For You]
I’ve waited for you.
The same thing that I’ve always do.
This is the last time, I close my eyes, wish you were side of me.
You’ll never know what I feel in this time.
I live for you and you should do too.
Why the pain is hurt so much?
You there when I close my eyes.
Wish you here, there for me.
Holding me away.
I won’t cry for you.
Cos I’m not weak as you think to.
Although I know you’re so far.
I kept look for your shadow in darkness.
Start think ‘bout you but can’t stop anymore.
Trapped deep in your eyes can’t find escape.
Where are you when I need you?
I’ve tried so perfectt for you.
But you not here and you shade, pushing me away.
Close my eyes, try forget you.
Cos you look like fake destiny.
But my dream, when you there, pushing me away.
[Hipnotyzing Eyes]
Hentikan senyuman dan tatap matamu itu.
Walau dulu aku terbuai olehnya, it’s not working now.
Sihir apakah yang kau gunakan?
Darimanakah kau dapatkan?
Peri-peri itu tak menjawab.
Apakah mereka yang membuatmu bagai pelita dalam gulita?
Bagai api dalam lampu kaca?
You blinded my eyes.
You make me crazy.
Mengapa kau tak kunjung datang?
Sendiri kutunggu dirimu.
Under the rain.
Under the rain.
Cahaya yang kulihat di kejauhan, it’s not you...
Saat mentari bangun dari tidurnya, kubuka mataku.
Saat mentari kembali ke peraduannya, aku tetap terjaga.
Just for you, baby.
Mengapa pandanganmu tetap terasa berbeda?
Bagai duri mawar merah yang indah.
Amazing but poisoned.
Kenapa kau selalu muncul saat aku tak menginginkannya?
Outside, I hate you.
Inside, I beg you don’t go.
Under my umbrella, kutup mata dan berdoa agar kau cepat kembali.
I need you, baby.
I need you, baby.
Kenapa kau menghilang saat kusadari perasaanku padamu?
Tak tahukah kau betapa hati ini merindukanmu?
I miss you so.
I want you so.
You blind my eyes,
Then you break me into some pieces.
Oh baby, I hate you but I love you.
Are you know that?
Are you know that?
Hentikan pandanganmu hipnotismu.
It make me crazy.
Minggu, 25 Juli 2010
introducion
sebenernya dah lama pengen bikin blog khusus semua hal yang pribadi. tapi dengan berbagai alasan, baru sekarang kesampean...
blog ini mungkin bakal aku fungsiin sebagai diary. bedanya, aku bakal lebih sering nulis dengan format... apa ya sebutannya?! soalnya kalo dibilang lirik lagu, gak ada nadanya. dibilang puisi, jelas-jelas nyalahin semua aturan penulisan puisi! jadi, terserah kalian mo nganggap apa..








